
REGGIO EMILIA – Bek kebanggaan Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali menunjukkan kelasnya di kasta tertinggi sepak bola Italia, Serie A. Dalam laga bertajuk Derby della Via Emilia yang mempertemukan Sassuolo melawan Parma di Mapei Stadium, Sabtu (3/1/2026), pemain yang akrab disapa “Bang Jay” ini tampil penuh selama 90 menit. Meski tampil solid mengawal lini pertahanan Neroverdi, laga harus berakhir dengan skor imbang 1-1.
Hasil ini menjadi catatan penting bagi karier Idzes yang kini telah mencatatkan 16 penampilan di Serie A musim 2025/2026. Kepercayaan yang diberikan pelatih Fabio Grosso membuktikan bahwa Idzes bukan sekadar pemain pelapis, melainkan pilar utama dalam skema pertahanan Sassuolo.
Dominasi Awal dan Gol Cepat Thorstvedt
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Sassuolo langsung tancap gas sejak peluit kick-off dibunyikan. Strategi Grosso yang menginstruksikan tekanan tinggi (high pressing) membuahkan hasil cepat pada menit ke-11.
Berawal dari skema serangan balik yang rapi, Sebastian Walukiewicz melepaskan umpan silang akurat dari sisi kanan lapangan. Kristian Thorstvedt yang muncul dari lini kedua berhasil menyambar bola dengan sepakan terukur yang gagal dihalau kiper Parma. Gol ini sempat membakar semangat publik Mapei Stadium, membawa tuan rumah unggul 1-0.
Jay Idzes sendiri berperan penting dalam mengawali transisi positif tersebut. Ketenangannya dalam menguasai bola di area pertahanan memberikan rasa aman bagi para gelandang Sassuolo untuk lebih berani naik membantu serangan.
Respons Kilat Parma dan Ujian bagi Idzes
Namun, keunggulan Sassuolo tidak bertahan lama. Parma yang datang dengan misi menjauh dari papan bawah klasemen mulai menaikkan intensitas serangan. Pada menit ke-24, sebuah celah kecil di depan kotak penalti Sassuolo berhasil dimanfaatkan oleh Mateo Pellegrino.
Pellegrino melepaskan tembakan spekulasi yang sangat kencang dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras menuju sudut gawang tanpa mampu dibendung oleh kiper Sassuolo. Jay Idzes, yang saat itu mencoba menutup ruang tembak, gagal melakukan blok sempurna karena laju bola yang terlalu cepat dan arah yang sulit ditebak. Skor pun berubah menjadi 1-1, yang bertahan hingga turun minum.
Baca Juga:
Babak Kedua: Drama Tiang Gawang dan Soliditas Pertahanan
Memasuki paruh kedua, Sassuolo hampir saja kembali memimpin. Pada menit ke-49, Josh Doig melakukan aksi individu gemilang dari sisi kiri. Sayangnya, tendangan keras pemain asal Skotlandia tersebut hanya membentur tiang gawang Parma yang sudah mati langkah.
Memasuki pertengahan babak kedua, kendali permainan justru mulai diambil alih oleh Parma. Di sinilah kualitas Jay Idzes benar-benar diuji. Parma yang mengandalkan kecepatan sayap terus membombardir area penalti Sassuolo. Namun, Idzes bersama rekan-rekan di lini belakang tampil sangat disiplin.
Berdasarkan data statistik dari SofaScore, Jay Idzes mencatatkan performa defensif yang impresif. Bek bertinggi badan 190 cm ini melakukan dua sapuan (clearances) krusial di dalam kotak penalti, satu intersep, dan memenangkan dua duel udara yang sangat vital untuk mematahkan umpan-umpan lambung lawan. Ketenangannya dalam membaca arah serangan lawan menjadi faktor utama mengapa Parma gagal menambah pundi-pundi gol di babak kedua.
Statistik Kunci Pertandingan
| Statistik | Sassuolo | Parma |
| Skor Akhir | 1 | 1 |
| Penguasaan Bola | 52% | 48% |
| Tembakan (On Target) | 12 (4) | 11 (3) |
| Pelanggaran | 10 | 14 |
| Sudut (Corner) | 6 | 4 |
Posisi di Klasemen dan Dampak bagi Jay Idzes
Hasil imbang ini membuat Sassuolo kini tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara Serie A dengan raihan 23 poin. Sementara itu, bagi Parma, tambahan satu poin cukup berharga untuk menjaga jarak dari zona degradasi, di mana mereka kini menduduki urutan ke-15 dengan 18 poin.
Bagi Jay Idzes, pertandingan ini semakin mempertegas statusnya sebagai bek papan atas di Italia. Sejak kepindahannya dari Venezia, Idzes bertransformasi menjadi bek yang lebih taktis dan berani dalam melakukan duel satu lawan satu. Performa konsisten di liga kompetitif seperti Serie A ini tentu menjadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengingat Idzes adalah sosok pemimpin di lini belakang Skuad Garuda.
Meski gagal membawa pulang poin penuh, penampilan Idzes selama 90 menit tanpa tergantikan menunjukkan bahwa fisiknya berada dalam level prima untuk bersaing di kompetisi Eropa. Tantangan berikutnya bagi Sassuolo adalah menjaga konsistensi agar bisa menembus zona kompetisi Eropa musim depan.
Sassuolo akan kembali beraksi pekan depan dalam laga tandang yang berat, dan kontribusi Idzes di jantung pertahanan akan kembali menjadi tumpuan utama pelatih Fabio Grosso.