November 30, 2025

Roma, Italia – Sebuah malam yang dramatis dan penuh gairah di Stadio Olimpico! AS Roma berhasil menumbangkan pemuncak klasemen sementara Grup A Liga Europa, FC Midtjylland, dalam laga lanjutan yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025) dini hari WIB. Kemenangan tipis 2-1 ini tak hanya memberikan tiga poin krusial, tetapi juga menyuntikkan optimisme baru ke dalam skuad Serigala Ibukota asuhan Jose Mourinho.

Pertandingan ini menjadi ujian nyata bagi mentalitas Giallorossi setelah menjalani beberapa hasil yang kurang memuaskan di liga domestik. Menghadapi Midtjylland, tim kejutan dari Denmark yang tampil digdaya di fase grup, Roma tahu bahwa hanya kemenangan yang bisa menjaga asa mereka di kompetisi Eropa.

Start Kilat: El Aynaoui Menggebrak Olimpico

Sejak peluit kick-off dibunyikan, tuan rumah langsung menerapkan tekanan tinggi. Suara gemuruh dari Curva Sud seolah mendorong para pemain Roma untuk tampil agresif. Intensitas tersebut langsung berbuah hasil cepat, hanya tujuh menit setelah laga dimulai.

Gol pembuka lahir dari sebuah skema serangan balik yang rapi dan penyelesaian yang memukau. Berawal dari penetrasi lincah Zeki Çelik di sisi kanan lapangan, bek sayap Turki itu melepaskan umpan silang mendatar yang sangat terukur ke dalam kotak penalti. Bola disambut dengan sempurna oleh gelandang muda yang sedang naik daun, Neil El Aynaoui.

El Aynaoui melepaskan sepakan voli keras yang tak terjangkau oleh kiper Midtjylland, Elias Olafsson. Bola meluncur deras ke pojok kanan atas gawang tim tamu. Roma unggul 1-0!

Gol ini menunjukkan ketajaman dan kepercayaan diri El Aynaoui, yang semakin diandalkan di lini tengah Roma untuk menggantikan peran gelandang inti yang cedera. Sebuah gol penting yang mengubah dinamika pertandingan sejak awal.

Midtjylland, yang dikenal dengan organisasi pertahanan yang solid, sempat terkejut dan membutuhkan waktu untuk menata kembali lini tengah mereka. Roma terus mendominasi penguasaan bola, namun skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

🎯 El Shaarawy Menjamin Ketenangan, Midtjylland Beri Balasan Kilat

Memasuki babak kedua, Roma kembali mencoba mengancam. Upaya untuk menggandakan keunggulan sempat dilakukan melalui Çelik, namun tendangannya masih bisa diamankan oleh Olafsson, kiper Islandia yang tampil sigap sepanjang malam.

Ketika pertandingan memasuki fase akhir dan ketegangan mulai terasa, Giallorossi akhirnya menemukan gol yang melegakan di menit ke-83. Gol kedua ini merupakan perpaduan antara kecepatan, visi, dan finishing klinis.

Leon Bailey, yang masuk sebagai pemain pengganti dan memberikan energi baru di lini serang, menjadi arsiteknya. Bailey melakukan penetrasi cepat di sisi kanan kotak penalti, mengelabui bek lawan, sebelum melepaskan umpan tarik yang akurat. Bola tersebut langsung mengarah ke kaki Stephan El Shaarawy di depan kotak penalti.

Tanpa berpikir panjang, Sang Firaun Kecil melepaskan tembakan mendatar yang keras dan terarah. Bola melaju kencang, melewati kerumunan pemain, dan bersarang mulus di jaring gawang Midtjylland. Kiper Olafsson dibuat mati langkah. Roma unggul 2-0! Gol ini seolah menjamin kemenangan bagi tuan rumah.

Namun, Midtjylland bukan pemuncak klasemen tanpa alasan. Hanya empat menit berselang, mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan berhasil menipiskan ketinggalan.

Pada menit ke-87, wakil Denmark itu membangun serangan balik cepat dari tengah lapangan. Bola dialirkan ke sisi kanan, menuju pemain pengganti Aral Şimşir. Şimşir dengan sigap melepaskan umpan tarik ke jantung pertahanan Roma.

Paulinho, yang berdiri bebas, menyambar bola tersebut menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-1!

Gol Midtjylland ini sontak membuat Stadio Olimpico kembali tegang. Empat menit terakhir pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi, dengan Midtjylland berusaha keras mencari gol penyama kedudukan. Namun, pengalaman dan soliditas pertahanan Roma di bawah instruksi Mourinho berhasil mengatasi gelombang serangan terakhir tim tamu.

📈 Klasemen Grup A: Perebutan Tiket 16 Besar Memanas

Kemenangan ini menjadi sangat vital bagi AS Roma. Tambahan tiga poin membawa Il Lupi mengoleksi sembilan poin, melompat ke peringkat yang lebih baik di Grup A dan memperbesar peluang mereka untuk lolos langsung ke babak 16 besar Liga Europa.

Meskipun kalah, FC Midtjylland masih nyaman di puncak klasemen dengan 12 angka. Namun, selisih poin yang kini semakin tipis membuat persaingan di Grup A semakin terbuka lebar dan memanas menjelang matchday terakhir.

“Ini adalah kemenangan mentalitas. Setelah gol cepat, kami sempat sedikit lengah, tetapi kami menunjukkan kedewasaan untuk mempertahankan keunggulan. Gol kedua El Shaarawy sangat penting, karena kami tahu Midtjylland tidak akan menyerah hingga akhir. Kami menderita di menit-menit akhir, tetapi tiga poin ini adalah milik kami dan sangat berharga dalam perjalanan kami di Eropa.”

Mourinho juga secara khusus menyoroti penampilan Neil El Aynaoui, menyebut sang gelandang sebagai “masa depan lini tengah Roma” berkat energi dan kemampuan teknisnya.

Kini, fokus Roma akan kembali ke liga domestik sebelum bersiap untuk laga penentu nasib mereka di Liga Europa yang akan datang. Kemenangan atas Midtjylland adalah sebuah peringatan keras bagi para pesaing bahwa Serigala Ibukota tidak akan mudah menyerah di kompetisi Eropa musim ini. Tekanan ada pada Midtjylland dan tim lainnya untuk mengamankan posisi mereka di minggu-minggu terakhir fase grup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *