LIVERPOOL – Gemuruh publik Anfield kembali membahana pada Sabtu (27/12/2025) malam WIB. Dalam laga bertajuk Boxing Day yang krusial, Liverpool berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas tamunya, Wolverhampton Wanderers. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi rekrutan anyar mereka, Florian Wirtz, yang mencetak gol debutnya sekaligus membawa The Reds merangsek ke zona Liga Champions.

Kemenangan ini secara otomatis mengubah peta persaingan di klasemen sementara Liga Inggris. Pasukan Merseyside kini mengoleksi 32 poin dari 18 pertandingan, yang cukup untuk menggeser Chelsea dari peringkat keempat. Sebaliknya, Wolves semakin terbenam di dasar klasemen dengan raihan yang sangat memprihatinkan, yakni hanya dua poin sepanjang musim ini.

Babak Pertama: Dominasi Total dan Gol Debut Wirtz

Liverpool langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Strategi menekan tinggi (high pressing) yang diterapkan tim tuan rumah membuat barisan pertahanan Wolves yang dikomandoi Santiago Bueno kewalahan. Baru memasuki menit ke-11, stadion hampir saja bersorak andai sepakan melengkung Hugo Ekitike tidak digagalkan oleh tiang gawang.

Meskipun mendominasi penguasaan bola hingga 65%, Liverpool sempat mengalami kebuntuan selama hampir setengah jam. Wolves yang bermain dengan blok pertahanan rendah sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Pada menit ke-18, Mateus Mane sempat melepaskan tembakan spekulasi, namun kiper nomor satu dunia, Alisson Becker, masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-41. Berawal dari aksi individu brilian Jeremie Frimpong di sisi kanan, bek sayap eksplosif ini mengirimkan umpan tarik mendatar yang membelah pertahanan lawan. Ryan Gravenberch yang muncul dari lini kedua menyambar bola dengan presisi ke pojok kiri gawang Jose Sa. 1-0 untuk Liverpool.

Belum sempat Wolves menata mental, Liverpool kembali menghantam lewat serangan balik kilat hanya dua menit berselang. Hugo Ekitike menunjukkan visi bermain yang luar biasa dengan mengirimkan umpan terobosan terukur ke jantung pertahanan Wolves. Florian Wirtz, yang bergerak cerdik lolos dari jebakan offside, menerima bola dengan tenang dan menempatkannya ke tiang jauh. Gol tersebut merupakan gol perdana bintang muda asal Jerman itu sejak kepindahannya ke Anfield, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Baca Juga:
Logam Mulia vs Emas Digital: Mengapa Emas Meroket 70% Saat Bitcoin Terpuruk di Akhir 2025?

Babak Kedua: Kebangkitan Wolves dan Ketangguhan Alisson

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah drastis. Wolverhampton Wanderers yang tidak mau menyerah begitu saja tampil lebih agresif. Hasilnya terlihat pada menit ke-52. Berawal dari skema bola mati, Alisson Becker melakukan penyelamatan yang kurang sempurna saat menepis bola udara. Bola liar langsung disambar oleh Santiago Bueno yang berdiri bebas di depan gawang. Skor menipis menjadi 2-1 dan tensi pertandingan pun memanas.

Liverpool mencoba merespons gol tersebut dengan kembali menekan. Florian Wirtz nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke-60 setelah menerima umpan sepak pojok dari Alexis Mac Allister. Sayangnya, tembakan kerasnya dari luar kotak penalti masih melenceng tipis di sisi kanan gawang.

Memasuki pertengahan babak kedua, Jose Sa melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-65 untuk menggagalkan upaya Curtis Jones. Liverpool terus mencari gol ketiga untuk mengunci kemenangan, namun disiplinnya lini belakang Wolves membuat setiap peluang The Reds mentah di tengah jalan.

Drama terjadi di menit ke-74. Melalui skema counter-attack yang sangat rapi, Mateus Mane kembali menguji ketangkasan Alisson Becker. Dari jarak sekitar 20 yard, Mane melepaskan tembakan keras yang menuju ke pojok atas gawang. Namun, Alisson menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan melakukan tepisan satu tangan yang sangat krusial. Penyelamatan tersebut terbukti menjadi penentu kemenangan Liverpool malam itu.

Hasil 2-1 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Bagi Liverpool, tiga poin ini sangat vital untuk menjaga asa juara atau setidaknya mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Tergesernya Chelsea dari posisi empat besar memberikan tekanan psikologis bagi rival-rival mereka di London.

Keberhasilan Florian Wirtz mencetak gol di depan pendukung sendiri juga memberikan harapan baru bagi lini serang Liverpool yang sempat dikritik kurang tajam dalam beberapa pekan terakhir. Adaptasi cepat Wirtz dan koneksi yang mulai terbangun dengan Ekitike serta Frimpong menjanjikan masa depan cerah bagi revolusi skuad di bawah asuhan pelatih mereka saat ini.

Di sisi lain, Wolves harus segera melakukan evaluasi total. Berada di dasar klasemen dengan hanya dua poin adalah catatan terburuk dalam sejarah klub di era Premier League. Jika tidak ada perubahan signifikan pada bursa transfer Januari mendatang, ancaman degradasi akan semakin nyata bagi tim asal West Midlands tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *