
Seoul, 18 November 2025 — Timnas Korea Selatan berhasil mempertahankan momentum positif mereka menjelang event besar, setelah membungkus kemenangan tipis 1-0 atas tim kuat Afrika, Ghana, dalam sebuah partai uji coba yang digelar di hadapan ribuan penggemar di Seoul World Cup Stadium, Selasa malam. Kemenangan ini didapatkan melalui aksi krusial Lee Tae-seok, yang memanfaatkan kecerdikan playmaker andalan Korea, Lee Kang-in.
Meskipun hasil akhir terasa manis, laga ini diwarnai oleh drama kegagalan penalti dari winger andalan Wolverhampton Wanderers, Hwang Hee-chan, yang sempat membuat bench Korea tegang. Kemenangan ini menjadi yang kedua berturut-turut bagi Taeguk Warriors setelah sebelumnya menaklukkan Bolivia, memperkuat track record di bawah asuhan Pelatih Hong Myung-bo.
Kreativitas Lee Kang-in dan Gol Tunggal Lee Tae-seok
Pertandingan yang dimainkan dengan intensitas tinggi ini menampilkan Korea Selatan yang lebih dominan dalam penguasaan bola, berusaha membongkar pertahanan Ghana yang disiplin dan mengandalkan kecepatan dalam serangan balik. Lini serang Korea Selatan yang dimotori oleh Lee Kang-in, Son Heung-min, dan Hwang Hee-chan terus berupaya menciptakan peluang, namun pertahanan The Black Stars yang digalang oleh Daniel Amartey dkk. cukup sulit ditembus.
Kebuntuan baru terpecahkan di pertengahan babak kedua, tepatnya pada menit ke-63, dan itu semua berkat sentuhan magis sang maestro, Lee Kang-in.
Beroperasi dari sisi kanan penyerangan, Lee Kang-in melepaskan operan silang yang sangat terukur dan melengkung indah. Bola kiriman pemain Paris Saint-Germain tersebut mengarah sempurna ke tiang jauh. Di sana, bek kiri muda yang berani maju, Lee Tae-seok, muncul dari blind spot pertahanan Ghana. Dengan sundulan yang tenang dan terarah, Lee Tae-seok menempatkan bola kembali ke tiang dekat yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Ghana, Benjamin Asare.
Gol Lee Tae-seok (63′) ini tidak hanya memecah kebuntuan tetapi juga menegaskan betapa krusialnya peran supersub dan para pemain muda dalam sistem Hong Myung-bo. Ini menjadi bukti bahwa kekuatan Korea Selatan tidak hanya bergantung pada trio Europe-based mereka.
🥶 Drama Penalti dan Kegagalan Hwang Hee-chan
Setelah unggul 1-0, Korea Selatan mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-74.
Hwang Hee-chan, dengan kecepatan dan penetrasi khasnya, berhasil menusuk ke kotak penalti sebelum akhirnya dijatuhkan secara ilegal oleh bek Ghana, Caleb Yirenkyi. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Hwang Hee-chan sendiri maju sebagai algojo. Momen ini seharusnya menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan kepercayaan diri setelah performa yang agak lesu di babak pertama. Namun, eksekusi penalti tersebut justru gagal total. Sepakan Hwang Hee-chan yang mengarah ke sudut kiri gawang terlalu lemah dan terbaca dengan mudah oleh kiper Benjamin Asare. Penjaga gawang Ghana itu berhasil menangkap bola tembakan tanpa kesulitan berarti.
Kegagalan penalti ini menjadi pengingat bagi Hwang Hee-chan—dan juga tim—bahwa mereka harus lebih tajam dan klinis, terutama saat berhadapan dengan lawan yang lebih kuat di turnamen besar mendatang, seperti Piala Asia.
Menjelang peluit panjang, Ghana mencoba melancarkan serangan balasan yang intens. Pada periode akhir laga, gawang Korea Selatan sempat bergetar menyusul sebuah kemelut yang terjadi setelah tendangan penjuru.
Suasana kembali mencekam, namun wasit segera menganulir gol tersebut. Keputusan ini diambil setelah bek sentral andalan Korea Selatan, Kim Min-jae, terlihat terjatuh di dalam kotak penalti. Wasit menilai bek tangguh Bayern Munich itu telah dilanggar oleh pemain Ghana sebelum bola masuk ke gawang. Keputusan tersebut sedikit kontroversial, tetapi menguntungkan Korea Selatan yang akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan tipis 1-0 hingga laga tuntas.
emenangan ini menempatkan Korea Selatan dalam jalur yang menjanjikan. Setelah kekalahan telak 0-5 dari Brasil di pertemuan sebelumnya, anak asuh Hong Myung-bo kini telah membukukan dua kemenangan beruntun (melawan Bolivia dan Ghana). Ini menunjukkan kapasitas tim untuk belajar dan bangkit dari hasil buruk, sebuah karakter penting yang dibutuhkan untuk sukses di tingkat internasional.
Di sisi lain, Ghana harus menelan pil pahit dalam tur mereka ke Asia Timur. Kekalahan 0-1 dari Korea Selatan ini menyusul kekalahan 0-2 yang mereka terima dari rival Korea Selatan, Jepang, pada 14 November 2025 silam. Dua kekalahan berturut-turut tanpa mencetak satu gol pun menunjukkan bahwa The Black Stars sedang menghadapi masalah serius di lini serang, meski pertahanan mereka relatif solid.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi evaluasi berharga bagi Korea Selatan. Lini tengah yang diisi Lee Kang-in menunjukkan harapan besar untuk kreativitas, sementara lini belakang yang dijaga Kim Min-jae tetap kokoh. Namun, finishing dan ketenangan di depan gawang, yang disimbolkan oleh kegagalan penalti Hwang Hee-chan, masih menjadi pekerjaan rumah utama Pelatih Hong Myung-bo.