November 30, 2025

Timnas Inggris kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia saat ini. Dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, skuad asuhan Thomas Tuchel memetik kemenangan meyakinkan 2-0 atas Serbia di Stadion Wembley, Jumat (14/11/2025) dini hari WIB. Dua gol dari Bukayo Saka dan Eberechi Eze mengokohkan status The Three Lions sebagai tim paling dominan di Grup K—bahkan mungkin di seluruh zona UEFA.

Tidak hanya meraih kemenangan, Inggris mempertahankan catatan yang luar biasa: tujuh laga, tujuh kemenangan, 21 poin, 20 gol dicetak, dan belum sekalipun kebobolan. Sebuah statistik yang menunjukkan betapa solidnya kombinasi lini depan dan pertahanan mereka, serta bagaimana Tuchel berhasil membangun fondasi kuat meski baru menjabat sebagai pelatih.

Serbia yang datang dengan semangat memperpanjang peluang justru harus menelan kenyataan pahit. Kekalahan ini memastikan mereka tersingkir dan kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.


Dominasi Inggris Sejak Menit Awal

Dari menit pertama, Inggris langsung mendikte permainan. Dukungan penuh suporter Wembley memberikan atmosfer yang mendorong tim tuan rumah tampil agresif dengan tempo tinggi. Tuchel menurunkan komposisi pemain yang memadukan para bintang lini serang seperti Saka, Foden, Rashford, dan Kane, meski beberapa nama tampil dalam rotasi.

Serbia mencoba menahan tekanan dengan memainkan formasi bertahan yang rapat. Namun, Inggris yang terbiasa dengan laga-laga besar tidak kesulitan menguasai bola dan mengendalikan alur permainan. Penguasaan bola mencapai lebih dari 60%, dengan manuver Phil Foden dan Jude Bellingham menjadi kunci kreativitas di lini tengah.


Gol Saka: Wembley Bergemuruh

Gol pertama Inggris tercipta pada menit ke-28. Sebuah situasi kemelut di dalam kotak penalti Serbia membuat bola liar memantul ke arah Bukayo Saka. Tanpa pikir panjang, winger Arsenal itu melepaskan tendangan voli keras yang tak mampu diantisipasi kiper Serbia.

Stadion Wembley langsung meledak oleh sorakan. Gol ini bukan hanya membuka keunggulan, tetapi sekaligus mempertegas bahwa Inggris berada di atas angin sejak awal pertandingan. Saka kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain krusial yang bisa menciptakan peluang dari situasi apa pun.


Meski tertekan sepanjang babak pertama, Serbia sempat mendapatkan momen emas sebelum turun minum. Filip Kostic mendapat ruang tembak dan melepaskan sepakan keras ke gawang Jordan Pickford. Namun kiper Everton itu menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang yang bisa saja mengubah momentum pertandingan.

Masuk babak kedua, Inggris tidak menurunkan intensitas. Marcus Rashford mendapat peluang pada menit ke-59 setelah menerima umpan terobosan dari Bellingham, namun tendangannya masih melebar. Sepuluh menit berselang, serangan Inggris kembali mengancam lewat sundulan Ezri Konsa yang sedikit melenceng dari tiang gawang.

Di sisi lain, Serbia mencoba sesekali keluar menyerang, tetapi pertahanan Inggris benar-benar kokoh. Duet konsisten Stones dan Konsa membuat lini depan Serbia tidak mendapat ruang, sementara Declan Rice tampil dominan dalam memutus setiap serangan balik.


Gol Eberechi Eze: Penutup Manis di Menit Akhir

Ketika pertandingan tampak akan berakhir 1-0, Inggris justru menambah gol pada menit ke-90. Phil Foden melepaskan umpan terobosan brilian yang membelah pertahanan Serbia. Eberechi Eze, yang masuk sebagai pemain pengganti, berlari cepat dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper.

Dengan ketenangan luar biasa, pemain Crystal Palace itu mengirim bola ke sudut kanan gawang dan memastikan skor akhir 2-0. Gol tersebut disambut meriah, sekaligus mempertegas kedalaman skuad Inggris bahwa pemain cadangan pun bisa jadi pembeda.


Hasil ini semakin mengukuhkan Inggris sebagai tim paling superior di Grup K. Catatan mereka sejauh ini:

  • 7 laga, 7 kemenangan
  • 21 poin
  • 20 gol dicetak
  • 0 gol kebobolan
  • 2 kemenangan atas pesaing utama, termasuk Polandia dan Serbia

Angka-angka ini menunjukkan betapa impresifnya revolusi yang dibangun oleh Thomas Tuchel. Inggris bukan hanya menang, tetapi menang dengan cara yang meyakinkan, stabil, dan konsisten dari pertandingan ke pertandingan.


Serbia Resmi Tersingkir

Kekalahan ini memastikan Serbia finis di peringkat tiga grup, apa pun hasil pertandingan tersisa. Dengan koleksi 10 poin dan jarak yang tidak mungkin dikejar lagi, mereka harus mengubur harapan tampil di Piala Dunia.

Kegagalan Serbia cukup mengecewakan, mengingat mereka memiliki generasi pemain yang kuat seperti Mitrovic, Kostic, dan Milinković-Savić. Namun inkonsistensi dalam beberapa laga kunci menjadi penyebab utama tersingkirnya mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *