Februari 5, 2026
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Gedung bertingkat di jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. JIBI/Feni Freycinetia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja positif perekonomian nasional pada triwulan IV 2025. Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year), menjadi capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pascapandemi. Di balik angka tersebut, sektor industri pengolahan muncul sebagai penggerak utama pertumbuhan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa industri pengolahan memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut. Sektor ini menyumbang sekitar 1,10 persen poin terhadap total pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025, menegaskan perannya sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.

Kontribusi besar industri pengolahan mencerminkan mulai pulih dan menguatnya aktivitas manufaktur di dalam negeri. Peningkatan permintaan domestik, stabilitas harga, serta perbaikan iklim investasi dinilai menjadi faktor pendorong kinerja sektor ini sepanjang paruh kedua 2025.

Selain industri pengolahan, sektor perdagangan juga memberikan andil signifikan. Lapangan usaha perdagangan berkontribusi sekitar 0,79 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi. Kinerja ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun barang tahan lama, terutama menjelang akhir tahun.

Sektor informasi dan komunikasi turut menjadi penopang pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 0,55 persen poin. Perkembangan ekonomi digital, peningkatan penggunaan layanan berbasis teknologi, serta ekspansi infrastruktur telekomunikasi terus memperkuat peran sektor ini dalam perekonomian nasional. Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan performa solid dengan kontribusi sekitar 0,51 persen poin, ditopang oleh produksi komoditas pangan dan perkebunan yang relatif stabil.

Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat seluruh komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB) mengalami pertumbuhan positif pada triwulan IV 2025. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar terhadap PDB, dengan porsi mencapai 53,63 persen. Pada periode ini, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencerminkan terjaganya daya beli masyarakat. Inflasi yang terkendali, stabilitas harga bahan pokok, serta perbaikan kondisi pasar tenaga kerja turut mendorong kepercayaan konsumen untuk tetap membelanjakan pendapatannya. Aktivitas belanja masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan kinerja impresif. PMTB berkontribusi sekitar 30,02 persen terhadap PDB sisi pengeluaran dan tumbuh sebesar 6,12 persen pada triwulan IV 2025. Pertumbuhan investasi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan, pembelian mesin dan peralatan, serta realisasi proyek-proyek strategis di berbagai sektor.

Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama dengan kontribusi sebesar 2,68 persen poin. Sementara itu, PMTB menyumbang sekitar 1,96 persen poin, dan konsumsi pemerintah memberikan tambahan sebesar 0,43 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025.

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan. BPS mencatat hanya sektor pertambangan yang mengalami kontraksi pada periode ini, seiring dengan penyesuaian produksi dan fluktuasi harga komoditas global. Meski demikian, dampak perlambatan sektor pertambangan relatif tertahan oleh kinerja kuat sektor-sektor lainnya.

Lima lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Secara keseluruhan, kelima sektor tersebut menyumbang sekitar 63,09 persen terhadap total PDB Indonesia, menunjukkan struktur ekonomi yang masih didominasi oleh sektor-sektor riil dan padat aktivitas.

Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional ke depan. Meski tantangan global masih membayangi, penguatan konsumsi domestik dan investasi dinilai mampu menjadi bantalan penting bagi perekonomian Indonesia. Dengan terus didorongnya sektor industri pengolahan serta peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, pemerintah berharap momentum pertumbuhan ini dapat terjaga secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *