November 30, 2025

Real Madrid kembali merasakan pahitnya kehilangan poin penuh dalam lanjutan LaLiga musim 2025/2026. Bertandang ke Estadiio Martinez Valero untuk menghadapi Elche pada Senin (24/11/2025) dini hari WIB, Los Blancos harus puas bermain imbang 2-2 dalam sebuah pertandingan yang sarat kejutan, comeback instan, dan kartu merah di menit akhir. Hasil ini sontak menghadirkan alarm bahaya bagi pasukan Xabi Alonso di puncak klasemen, yang kini hanya berjarak sehelai rambut dari rival abadi mereka, Barcelona.

Namun, Elche, yang dijuluki Los Ilicitanos, menunjukkan soliditas dan disiplin taktis yang luar biasa di bawah asuhan pelatih mereka yang fokus pada pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Bek-bek Elche berhasil meredam pergerakan eksplosif Vinícius Júnior (yang baru masuk pada babak kedua) dan Mbappé. Di sisi lain, mereka juga berani mengancam lewat transisi cepat yang dimotori oleh penyerang veteran Rafa Mir, yang dipinjamkan dari Sevilla. Mir berkali-kali merepotkan pertahanan Madrid yang malam itu tidak diperkuat Éder Militão.

Meskipun Real Madrid mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 65% di babak pertama, ketangguhan pertahanan Elche membuat semua upaya serangan tim tamu kandas tanpa hasil. Skor 0-0 bertahan hingga jeda, menjadi indikasi bahwa malam itu tidak akan mudah bagi Madrid.

Kejutan Awal Babak Kedua: Febas Robek Gawang Courtois

Babak kedua dimulai dengan kejutan besar yang mengguncang kubu Los Blancos. Pada menit ke-53, Elche berhasil memecah kebuntuan dan membuat Martinez Valero bergemuruh.

Berawal dari skema serangan balik cepat dan rapi, Germán Valera mengirimkan umpan terobosan cerdas yang membelah lini tengah pertahanan Madrid yang terlambat turun. Bola diterima oleh gelandang lincah Aleix Febas. Dengan ketenangan veteran, Febas melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau oleh kiper kelas dunia, Thibaut Courtois. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Elche.

Tertinggal satu gol dari tim papan tengah adalah skenario yang tidak diharapkan Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu segera bereaksi dengan memasukkan kekuatan ofensif tambahan, termasuk Vinícius Júnior dan bek muda Dean Huijsen untuk memperkuat tekanan.

Huijsen dan Bellingham: Comeback Kilat Real Madrid

Pergantian pemain tersebut terbukti efektif. Real Madrid meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya membuahkan hasil dari situasi bola mati. Pada menit ke-78, melalui skema sepak pojok yang terencana baik, bek muda Dean Huijsen, yang malam itu menjadi kejutan di starting eleven, berhasil menyambut bola dengan sundulan keras yang menjebol gawang Elche. Skor imbang 1-1, dan Madrid tampak kembali ke jalur yang benar.

Namun, drama belum berakhir. Dalam waktu kurang dari enam menit, Los Blancos kembali dikejutkan. Elche membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki daya ledak serangan.

Pada menit ke-84, Elche kembali unggul! Kali ini, pemain pengganti Álvaro Rodríguez mencetak gol indah dengan sepakan terukur dari luar kotak penalti yang melewati jangkauan Courtois. Skor 2-1 untuk tuan rumah. Kegembiraan di bangku cadangan Elche terasa luar biasa; mereka hanya berjarak enam menit dari salah satu kemenangan terbesar musim ini.

Namun, mentalitas juara Real Madrid berbicara. Hanya tiga menit berselang, di menit ke-87, Los Blancos kembali menyamakan kedudukan. Kylian Mbappé, yang bermain solid meski belum mencetak gol, mengirimkan umpan silang akurat ke jantung pertahanan Elche. Di sana, sang bintang Inggris, Jude Bellingham, dengan cerdik menyundul bola ke gawang, membuat skor kembali imbang 2-2. Gol ini adalah yang ke-10 Bellingham di LaLiga musim ini, menegaskan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak tim.

Kartu Merah dan Peluang Terbuang

Di menit-menit akhir pertandingan, tensi semakin memanas. Elche terpaksa bermain dengan 10 pemain setelah bek mereka, Víctor Chust, diusir wasit pada menit ke-90+6 akibat pelanggaran keras yang berbuah kartu merah langsung. Keunggulan jumlah pemain ini seharusnya bisa dimanfaatkan Real Madrid untuk mencari gol kemenangan di masa injury time yang diperpanjang. Sayangnya, pertahanan Elche yang tersisa tampil gigih, berhasil menahan gempuran terakhir Madrid hingga peluit panjang ditiup.

Hasil imbang 2-2 ini terasa seperti kekalahan bagi Real Madrid. Tim asuhan Xabi Alonso memang kembali memimpin klasemen dengan 32 poin dari 14 pertandingan. Namun, kini mereka hanya unggul satu angka dari Barcelona di posisi kedua yang terus menguntit dengan 31 poin setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Alavés di pekan yang sama. Sementara itu, Elche patut berbangga, poin berharga ini membuat mereka tetap nyaman di papan tengah, berada di peringkat 11 dengan total 16 poin.

Real Madrid harus segera mengevaluasi pertahanan mereka menjelang jadwal padat di akhir tahun. Los Blancos tidak hanya kehilangan dua poin berharga, tetapi juga membiarkan pintu persaingan gelar LaLiga terbuka lebar bagi rival mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *