
BARCELONA – Suasana euforia menyelimuti Spotify Camp Nou pada Minggu dini hari (23/11/2025) WIB, saat FC Barcelona kembali menginjakkan kaki di stadion ikonik mereka setelah direnovasi selama hampir tiga tahun. Momen bersejarah ini dirayakan dengan cara terbaik: kemenangan telak 4-0 atas musuh bebuyutan dari Basque, Athletic Club, dalam laga pekan ke-13 La Liga Spanyol 2025/2026.
Kemenangan gemilang ini bukan hanya kado manis untuk kembalinya Blaugrana ke rumah mereka, tetapi juga hasil krusial yang mengantarkan tim asuhan Hansi Flick ini menggusur rival abadi, Real Madrid, dari puncak klasemen—setidaknya untuk sementara waktu.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Penutup Manis
Hans-Dieter Flick, pelatih Barcelona, benar-benar mempersiapkan skuadnya untuk memberikan performa maksimal di malam bersejarah ini. Tekanan tinggi langsung diterapkan sejak peluit pertama berbunyi, dan hasilnya datang hanya dalam waktu empat menit.
Robert Lewandowski, striker veteran Polandia yang sedang on-fire (sebelumnya mencetak hattrick saat melawan Celta Vigo), kembali menunjukkan insting membunuhnya. Dalam situasi kemelut di depan gawang, ia berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Athletic Club untuk menyarangkan bola dan membuat Camp Nou bergemuruh. Gol cepat ini seakan memecahkan ketegangan emosional dan memberikan momentum yang sangat dibutuhkan tim.
Barcelona yang didukung penuh oleh puluhan ribu penonton yang rindu, terus menekan. Gelandang muda, Fermín López, menjadi motor serangan di lini tengah, menggantikan peran Pedri yang masih absen karena cedera. Di menit ke-24, Blaugrana sempat mengira mereka telah menggandakan keunggulan melalui Ferran Torres, namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside tipis.
Namun, Torres tidak menyerah. Di masa injury time babak pertama (45’+3), penyerang Spanyol ini akhirnya mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan matang wonderkid Lamine Yamal, Torres berhasil menceploskan bola, mengubah skor menjadi 2-0 dan memberikan keunggulan nyaman menjelang jeda. Keunggulan dua gol ini seolah-olah memberikan ketenangan yang sangat dibutuhkan, mengingat catatan Barcelona yang kerap kebobolan dalam sepuluh pertandingan terakhir mereka.
Babak Kedua: Pesta Berlanjut dan Pukulan Telak
Paruh kedua dimulai dengan kejutan yang sama cepatnya seperti babak pertama. Barcelona hanya butuh tiga menit setelah kick-off untuk menambah derita tim tamu.
Pada menit ke-48, giliran Fermín López yang mencetak gol, memanfaatkan umpan cerdik dari Eric García. Sepakan keras López tak mampu dibendung kiper Athletic Club, Unai Simón, menjadikan skor 3-0. Gol ini memamerkan kedalaman skuad Barcelona, di mana pemain-pemain muda dan cadangan tetap mampu memberikan kontribusi krusial.
Momentum semakin berpihak pada tuan rumah ketika Athletic Club harus bermain dengan sepuluh pemain. Kartu merah yang diterima salah satu pemain kunci mereka membuat Hansi Flick leluasa merancang taktik. Athletic Club, yang dilatih oleh Ernesto Valverde, yang juga mantan pelatih Barcelona, terlihat tidak berdaya menghadapi gelombang serangan yang dikomandoi Ferran Torres dan Lamine Yamal.
Pesta gol ditutup oleh brace (dua gol) Ferran Torres di menit ke-90. Torres, yang sebelumnya sempat dianulir golnya, memastikan kemenangan telak 4-0, menegaskan dominasi Barcelona di malam comeback Camp Nou yang fantastis. Kemenangan ini juga menggarisbawahi keampuhan lini serang Barcelona yang kini menjadi tim paling produktif di La Liga dengan total 36 gol.
Hasil 4-0 ini sangat berarti bagi posisi Barcelona, terutama karena mereka berhasil mengatasi catatan buruk pertahanan mereka tanpa perlu mencemaskan serangan balasan lawan. Analis menilai, di bawah Hansi Flick, Barcelona mulai menemukan keseimbangan baru antara dominasi penguasaan bola dan efisiensi serangan vertikal.
Meskipun Flick dikenal dengan gaya bermain pressing tinggi ala Jerman, di Barcelona ia mulai mengintegrasikan Tiki-Taka dengan kecepatan transisi yang mematikan. Kembalinya ke Camp Nou, yang kini telah direnovasi, sepertinya memberikan semangat baru bagi para pemain untuk mengaplikasikan filosofi ini dengan sempurna.
Kemenangan ini membawa Barcelona ke puncak klasemen dengan 21 poin, unggul dua poin dari Real Madrid. Ini menjadi peringatan keras bagi rival mereka bahwa meskipun sempat melalui masa-masa sulit dengan cedera pemain kunci (seperti Pedri dan Ter Stegen), mesin Blaugrana sudah kembali panas, siap bersaing untuk merebut gelar La Liga musim 2025/2026.
Laga ini menegaskan bahwa Camp Nou yang baru adalah benteng kuat yang harus diwaspadai, dan Barcelona telah merayakan kepulangan mereka dengan sebuah deklarasi kekuatan yang tidak bisa diabaikan.