
Dominasi Turin: Juventus Hancurkan Napoli 3-0, Bukti Tangan Dingin Luciano Spalletti
Stadion Allianz, Turin, kembali menjadi saksi kebangkitan raksasa Italia. Dalam lanjutan pekan ke-22 Liga Italia musim 2025/2026, Juventus sukses mengandaskan perlawanan rival sengit mereka, Napoli, dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa di bawah arahan Luciano Spalletti, Juventus tengah membangun mentalitas juara yang sempat hilang.
Pertandingan yang berlangsung pada Minggu malam tersebut menampilkan performa klinis dari kubu tuan rumah. Tiga gol kemenangan Bianconeri dicetak oleh penyerang tajam Jonathan David pada babak pertama, serta dua gol penutup di 15 menit terakhir laga melalui aksi impresif bintang muda Kenan Yildiz dan pemain sayap berpengalaman Filip Kostic.
Dominasi Taktis dan Konsistensi Sepanjang Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, Juventus menunjukkan intensitas tinggi. Gol pembuka datang pada menit ke-22 melalui Jonathan David. Penyerang asal Kanada tersebut berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Partenopei untuk membawa Juve unggul 1-0. Meski unggul cepat, pertandingan sejatinya berjalan cukup sengit. Napoli mencoba memberikan tekanan balasan, namun disiplin posisi pemain Juventus membuat serangan tim tamu kerap kandas di tengah jalan.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan apresiasi tinggi terhadap cara anak asuhnya mengelola jalannya pertandingan. Menurut mantan pelatih timnas Italia tersebut, kunci utama kemenangan ini adalah ketenangan dan konsistensi sikap pemain di lapangan.
“Kemenangan ini jelas menjadi suntikan kepercayaan diri yang krusial bagi tim. Pertandingan sebenarnya berlangsung seimbang dalam waktu yang cukup lama dan terasa sulit bagi kami. Namun, kami berhasil menang dengan pantas karena tim tetap fokus,” ujar Spalletti dalam konferensi pers pascapertandingan di laman resmi klub.
Spalletti menekankan bahwa ia sangat puas dengan mentalitas para pemainnya yang tidak mengendurkan serangan meski sudah unggul. Baginya, kemampuan menjaga intensitas selama 90 menit penuh adalah tanda bahwa skuadnya telah menyadari potensi besar yang mereka miliki.
Supersub dan Kontribusi Pemain Muda
Kemenangan Juventus semakin sempurna ketika memasuki fase akhir pertandingan. Kenan Yildiz kembali menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai masa depan klub dengan mencetak gol kedua. Tak lama berselang, Filip Kostic, yang masuk sebagai pemain pengganti, memastikan kemenangan menjadi 3-0. Keputusan Spalletti memasukkan Kostic terbukti sangat jitu, menjadikannya supersub yang memberikan dampak instan pada dinamika permainan sisi sayap.
Kombinasi antara pemain muda berbakat dan pemain senior yang taktis menjadi ciri khas Juventus musim ini. Spalletti tampak berhasil meramu skuad yang seimbang, di mana setiap pemain memahami perannya dengan baik, baik saat menjadi starter maupun saat turun dari bangku cadangan.
Khephren Thuram: Kepercayaan Diri di Level Tertinggi
Selain lini depan, sektor tengah Juventus juga tampil luar biasa. Khephren Thuram, gelandang energik asal Prancis, menjadi mesin di lini tengah yang memutus aliran bola Napoli sekaligus memulai transisi serangan. Putra dari legenda Lilian Thuram ini mengaku sangat puas dengan hasil pertandingan tersebut.
“Kami memainkan pertandingan yang hebat. Kami tahu sejak awal bahwa kami adalah tim yang kuat, dan malam ini kami membuktikannya di lapangan. Kemenangan 3-0 melawan tim sekaliber Napoli memberikan keyakinan ekstra bagi kami semua,” ungkap Thuram.
Thuram juga memberikan kredit khusus kepada Spalletti. Menurutnya, pengalaman sang pelatih telah membantu setiap individu di tim untuk berkembang ke level yang lebih tinggi. “Pelatih memberi kami kepercayaan diri. Dia tahu cara mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain dan membangun mental pemenang dalam grup ini,” tambahnya.
Menatap Puncak Klasemen dan Tantangan Eropa
Dengan tambahan tiga poin ini, Juventus kini mengoleksi 42 poin dan berada di posisi kelima klasemen sementara Serie A. Meski masih tertinggal sepuluh angka dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan, tren positif ini memberikan harapan bagi para pendukung setuju bahwa perburuan gelar juara belum sepenuhnya berakhir.
Namun, Juventus tidak boleh berlama-lama merayakan kemenangan ini. Jadwal padat telah menanti di depan mata. Setelah kemenangan emosional atas Napoli, fokus Si Nyonya Tua kini terbelah ke kompetisi Eropa. Mereka dijadwalkan akan terbang ke Prancis untuk menghadapi AS Monaco dalam ajang Liga Champions pada Kamis (29/1). Setelah laga krusial tersebut, Juve akan kembali ke kompetisi domestik untuk melawan Parma pada Senin (2/2).
“Kami merasa sangat baik saat ini. Kami adalah kelompok yang solid, namun kami sadar masih ada ruang untuk berkembang. Kami akan terus bekerja keras agar bisa mencapai posisi yang lebih baik di klasemen,” pungkas Thuram dengan optimis.
Kemenangan atas Napoli ini bukan hanya soal skor akhir, melainkan tentang bagaimana Juventus kembali menemukan identitasnya di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Juventus akan menjadi ancaman serius bagi Inter Milan dalam perebutan Scudetto di sisa musim ini.