Januari 27, 2026

Manchester – Awan mendung yang sempat menggelayuti langit Biru Manchester akhirnya tersingkap. Setelah melewati periode sulit dengan dua kekalahan beruntun yang sempat memicu keraguan publik, Manchester City kembali menunjukkan taringnya. Bertempat di markas kebanggaan mereka, Stadion Etihad, pada Sabtu malam (24/1/2026), armada asuhan Pep Guardiola sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas tamunya, Wolverhampton Wanderers.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa sang juara bertahan belum habis. Dengan hasil ini, City kini mengoleksi 46 poin dari 23 pertandingan, mengamankan posisi kedua sekaligus terus menempel ketat sang pemuncak klasemen dalam perburuan gelar Premier League musim 2025/2026.

Kilat di Awal Laga: Panggung Omar Marmoush

Pep Guardiola melakukan beberapa rotasi menarik dalam laga ini, memberikan kepercayaan pada lini depan yang lebih dinamis. Keputusan itu terbukti jitu. Laga baru berjalan enam menit, publik Etihad sudah bersorak kegirangan.

Berawal dari penetrasi cepat Matheus Nunes di sisi kanan—yang tampak sangat termotivasi melawan mantan klubnya—sebuah umpan silang akurat dikirimkan ke jantung pertahanan Wolves. Omar Marmoush, striker yang tengah naik daun, menunjukkan posisi yang cerdas. Tanpa pengawalan berarti, ia melepaskan tembakan jarak dekat yang meluncur deras melewati penjagaan Jose Sa. Gol cepat ini seolah meruntuhkan beban mental yang dipikul para pemain City akibat hasil buruk di pekan-pekan sebelumnya.

City hampir saja mengubah skor menjadi 2-0 hanya empat menit berselang. Antoine Semenyo mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, namun refleks gemilang Jose Sa berhasil menggagalkan peluang tersebut. Rayan Cherki, talenta muda yang menjadi motor serangan baru City, juga berkali-kali merepotkan lini belakang Wolves, meski tembakannya di menit ke-17 masih sedikit melenceng dari sasaran.

Pertaruhan Tiga Raksasa di Matchday 6 Liga Champions 2025/2026!

Drama VAR dan Dominasi yang Teruji

Wolverhampton, meski berada di dasar klasemen, tidak datang ke Manchester hanya untuk menyerah. Di bawah asuhan manajer baru mereka, Wolves mencoba memberikan perlawanan lewat serangan balik. Mateus Mane sempat memberikan ancaman melalui spekulasi jarak jauh di menit ke-21, namun bola masih melambung tinggi di atas mistar Gianluigi Donnarumma.

Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-35. Omar Marmoush nyaris mencetak gol keduanya andai bola tidak membentur tiang gawang. Namun, bola pantul tersebut tampak mengenai tangan bek Wolves, Yerson Mosquera. Protes keras dilancarkan para pemain City, menuntut tendangan penalti. Wasit Farai Hallam sempat menghentikan laga untuk berkonsultasi dengan VAR. Setelah melihat monitor di pinggir lapangan, Hallam memutuskan bahwa gerakan tangan Mosquera dianggap natural dan bukan sebuah kesengajaan. Keputusan ini sempat membuat atmosfer stadion memanas, namun City tetap fokus pada permainan.

Kebuntuan untuk mencari gol kedua akhirnya pecah tepat sebelum turun minum. Di menit ke-45+1, Bernardo Silva menunjukkan visinya yang luar biasa dengan mengirimkan umpan pendek namun mematikan kepada Antoine Semenyo. Dengan kontrol bola yang tenang, Semenyo mengecoh Ladislav Krejci sebelum melepaskan sepakan mendatar ke sudut kiri gawang. Skor 2-0 menutup babak pertama dengan dominasi absolut tuan rumah.

Babak Kedua: Soliditas Pertahanan dan Nasib Sial Wolves

Memasuki babak kedua, Manchester City tidak menurunkan intensitas serangan. Kehadiran Tijjani Reijnders di lini tengah memberikan keseimbangan luar biasa. Pemain berdarah Indonesia-Belanda ini hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan jarak jauh di menit ke-60, namun akurasinya masih perlu diasah.

Wolves sempat mendapatkan momentum untuk bangkit pada pertengahan babak kedua. Melalui skema bola mati, Yerson Mosquera hampir menebus “dosanya” di babak pertama. Tandukan kerasnya di menit ke-66 mengarah tepat ke gawang, namun Gianluigi Donnarumma menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia dengan tepisan satu tangan yang fantastis.

Keberuntungan seolah menjauh dari tim tamu. Di menit ke-87, Mosquera kembali mendapatkan peluang emas melalui sepak pojok, namun bola tandukannya hanya membentur tiang gawang. City pun nyaris menambah gol lewat Semenyo, yang lagi-lagi harus gigit jari karena tembakannya membentur tiang di menit ke-78. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap tidak berubah.

Nasib Kontras Dua Tim

Bagi Manchester City, kemenangan ini adalah obat penawar yang sempurna. Mereka kembali ke jalur juara dengan selisih poin yang sangat rapat di papan atas. Kembalinya kepercayaan diri para pemain depan seperti Marmoush dan Semenyo menjadi kabar baik bagi Guardiola mengingat kompetisi akan memasuki fase krusial di musim semi.

Sebaliknya, awan gelap kian tebal menyelimuti Wolverhampton Wanderers. Kekalahan ini membuat mereka semakin terbenam di posisi juru kunci dengan hanya mengantongi 8 poin. Jika tidak segera melakukan perombakan radikal, ancaman degradasi ke divisi Championship bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan kenyataan yang menghantui di depan mata.

Susunan Pemain Utama:

  • Manchester City: Donnarumma; Walker, Dias, Gvardiol; Reijnders, Bernardo Silva; Nunes, Cherki, Semenyo; Marmoush.
  • Wolves: Jose Sa; Mosquera, Krejci, Toti; Semedo, Lemina, Joao Gomes, Ait-Nouri; Mane, Larsen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *