
LEEDS, Inggris – Aston Villa melakukan comeback sensasional di Elland Road pada Minggu (23/11/2025) sore waktu setempat, menaklukkan Leeds United dengan skor 2-1 pada lanjutan pekan ke-12 Liga Inggris. Kemenangan dramatis ini diukir berkat performa individu luar biasa dari gelandang serang, Morgan Rogers, yang mencetak dua gol di babak kedua—termasuk gol kemenangan spektakuler dari tendangan bebas.
Hasil ini membawa Aston Villa melompat ke posisi keempat klasemen sementara Premier League, memasuki zona Champions League, sementara Leeds United harus semakin terpuruk di ambang zona degradasi.
Babak Pertama: Kejutan Leeds dan Gol “Aneh” Nmecha
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi dan intensitas khas persaingan antara dua tim berambisi besar. Leeds United, yang tengah berada di bawah tekanan setelah menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir, menunjukkan reaksi cepat dan agresif di awal babak pertama.
Para pendukung tuan rumah di Elland Road bersorak gembira ketika Leeds berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-8 melalui cara yang cukup aneh dan tak terduga. Berawal dari kemelut di depan gawang Emiliano Martínez, bola rebound dari upaya Gabriel Gudmundsson yang terlampau tinggi jatuh di area berbahaya. Di sana, Lukas Nmecha berebut bola dengan Anton Stach dan kiper The Villans. Bola akhirnya membentur tubuh Nmecha dan masuk ke gawang. Meskipun sempat terjadi perdebatan dan protes dari kubu Villa yang mengklaim adanya pelanggaran terhadap Martínez, wasit mengesahkan gol tersebut setelah peninjauan singkat oleh VAR. Leeds United unggul 1-0.
Gol cepat ini membuat Aston Villa tersentak. Skuad asuhan Unai Emery, yang belakangan ini menunjukkan kematangan taktis luar biasa, terlihat kesulitan membangun ritme di paruh pertama. Upaya-upaya serangan mereka, yang dipimpin oleh Ollie Watkins dan Emiliano Buendía, seringkali kandas di pertahanan solid The Whites, yang dikomandoi oleh Joe Rodon dan Pascal Struijk.
Leeds juga sempat memiliki peluang untuk memperlebar keunggulan. Brenden Aaronson beberapa kali merepotkan pertahanan Villa dengan penetrasinya, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor 1-0 bertahan hingga jeda. Statistik mencatat, meskipun Villa menguasai bola sedikit lebih banyak, Leeds mampu menciptakan peluang dengan expected goals ($xG$) yang sedikit lebih tinggi, mencerminkan efektivitas mereka di 45 menit pertama.
Babak Kedua: Magis Morgan Rogers dan Pengaruh Donyell Malen
Unai Emery mengambil keputusan krusial di jeda pertandingan dengan memasukkan Donyell Malen—winger gesit asal Belanda—untuk menggantikan salah satu gelandang. Perubahan ini terbukti menjadi kunci yang membalikkan momentum.
Hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, Aston Villa berhasil menyamakan kedudukan, dan ini semua berkat magis Morgan Rogers. Malen, yang baru masuk, langsung memberikan dampak instan dengan mengirimkan umpan silang akurat dari sayap. Morgan Rogers, yang baru saja menandatangani kontrak jangka panjang baru di Villa Park, menunjukkan ketenangan luar biasa. Dengan flick atau sentuhan first-time yang sangat cerdik dan mematikan, ia membelokkan bola ke sudut bawah gawang Lucas Perri. Gol spektakuler ini mengubah skor menjadi 1-1 dan memberikan energi baru bagi Villans.
Setelah gol penyama, dominasi Aston Villa semakin terasa. Permainan mereka menjadi lebih cair, cepat, dan terorganisir. Mereka mengalirkan bola dengan intensitas yang lebih tinggi, memaksa Leeds terus bertahan dan melakukan kesalahan. Rogers, yang tampil brilliant sejak awal musim 2024/2025, akhirnya menemukan kembali sentuhan golnya setelah sempat mandek.
Puncak dari penampilan Rogers tiba di menit ke-75. Ross Barkley dijatuhkan secara sinis oleh Pascal Struijk tepat di batas area penalti. Wasit memberikan tendangan bebas di posisi yang sangat menguntungkan, sekitar 20 yard dari gawang. Morgan Rogers mengambil tanggung jawab penuh. Dengan tendangan bebas yang indah, ia melengkungkan bola melewati pagar betis Leeds dan bersarang mulus ke sisi gawang yang tak terjangkau kiper Perri. Gol stunner ini tidak hanya melengkapi brace pribadinya, tetapi juga memastikan Aston Villa memimpin 2-1. Ini adalah gol ketiga Rogers di liga musim ini, dua di antaranya tercipta dalam satu sore yang tak terlupakan.
Drama belum berakhir. Leeds United, dalam upaya mencari gol penyama, sempat merayakan gol yang dicetak oleh Dominic Calvert-Lewin hanya dua menit setelah gol kedua Rogers, namun sekali lagi, VAR turun tangan. Pengecekan menunjukkan bahwa sentuhan terakhir pada bola yang mengarah ke gawang berasal dari tangan sang striker, sehingga gol tersebut dianulir.
Leeds menekan habis-habisan di 10 menit terakhir, dengan Pascal Struijk menebus kesalahannya dengan sundulan keras dari umpan silang Sean Longstaff. Namun, kiper kelas dunia Emiliano Martínez berhasil melakukan penyelamatan gemilang, memastikan gawang Villa tetap aman dan mengunci kemenangan 2-1 yang berharga.
Implikasi Klasemen: Villa ke Zona Eropa, Leeds di Zona Merah
Kemenangan ini merupakan yang ketiga berturut-turut bagi Aston Villa di semua kompetisi, dan yang keenam dalam tujuh pertandingan terakhir di Premier League. Total 21 poin dari 12 pertandingan membawa mereka naik ke posisi ke-4 di klasemen, unggul satu poin dari Crystal Palace dan Brighton. Unai Emery sekali lagi membuktikan kemampuannya sebagai peracik taktik ulung.
Sebaliknya, Leeds United yang kini mengantongi lima kekalahan dari enam pertandingan, terpaksa tertahan di posisi ke-18 (zona degradasi) dengan hanya 11 poin dari 12 pertandingan. Mereka hanya unggul satu poin dari Burnley dan dua poin dari Wolves di dasar klasemen. Tekanan besar kini berada di pundak pelatih Daniel Farke untuk segera menemukan solusi atas performa tim yang terus merosot.
Klasemen Sementara 5 Besar Liga Inggris (Setelah Pertandingan Leeds vs Villa):
| Pos | Tim | Main | Poin |
| 1 | Arsenal | 11 | 26 |
| 2 | Chelsea | 12 | 23 |
| 3 | Man City | 12 | 22 |
| 4 | Aston Villa | 12 | 21 |
| 5 | Crystal Palace | 12 | 20 |
Pertandingan ini menjadi titik balik penting bagi kedua tim. Bagi Villa, ini adalah konfirmasi ambisi top four mereka. Bagi Leeds, ini adalah peringatan keras bahwa mereka harus segera bangkit jika tidak ingin kembali ke Championship.